Oleh: Ayus Riana Isnawati, Henry W. M. Patty, Samsul Arifin, Ningrum Astriawati, Jeinne Mumu, Yunita Septriana Anwar, Fitriani, Sri Wahyuni
Abstract: Unempty set endowed with the partial order is called a partially ordered set (poset). A poset where every pair of its elements have a least upper bound (l.u.b.) and the greatest lower bound (g.l.b.) then called lattice. Zorn Lemma state that if every partially ordered set in which every chain has an upper bound then the set has a maximal element. Moreover this paper discuss about Zorn Lemma and its applications on algebra and analysis.
Kata Kunci: Lattice, Poset, Zorn Lemma
Pendahuluan: Konsep poset termotivasi dari himpunan bilangan asli
dengan relasi
membagi
, dinotasikan dengan
. Untuk setiap
elemen dalam
, dipenuhi tiga hal, yaitu (1)
, (2) jika
dan
, maka
, dan (3) jika
dan
, maka
. Dengan demikian relasi
membagi
merupakan relasi yang bersifat refleksif, antisimetris dan transitif pada
. Relasi ini disebut relasi urutan parsial dan disimbolkan dengan “
“. Dari [1], Sebarang himpunan yang dilengkapi dengan relasi urutan parsial disebut poset. Lebih lanjut, dalam
dengan relasi “
” terdapat batas atas terkecil yaitu gcd dari elemenelemennya, sedangkan batas bawah terbesarnya adalah lcm dari elemen-elemennya. Hal ini memotivasi munculnya konsep lattice, yaitu suatu himpunan terurut parsial dimana setiap pasang elemennya memiliki batas atas terkecil dan batas bawah terbesar. Jika
atau
untuk setiap pasangan
di poset
, maka
disebut rantai (chain). Dalam Lemma Zorn, dikatakan bahwa jika setiap rantai pada suatu himpunan terurut parsial
memiliki batas atas, maka
memiliki elemen maksimal [2]. Lemma Zorn banyak digunakan dalam bidang aljabar maupun analisis. Dalam tulisan ini dibahas pembuktian Lemma Zorn serta aplikasi Lemma Zorn dalam bidang tersebut.
(Makalah ini telah dipresentasikan pada Seminar Nasional Matematika HPA (Himpunan Peminat Aljabar) 2010, Prodi Matematika, Fak. Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 27 Maret 2010)
DOWNLOAD (PDF, 139 kb)